SMK NEGERI 1 WONOGIRI MENUJU SMK PUSAT KEUNGGULAN 2022

Wonogiri – SMK Negeri 1 Wonogiri menuju SMK Pusat Keunggulan 2022. SMK N 1 Wonogiri terdiri dari lima program studi, diantaranya adalah Akuntansi Keuangan Lembaga, Bisnis Daring dan Pemasaran, Otomatisasi tata kelola Perkantoran, Tata Boga dan Tata Busana.
SMK Negeri 1 Wonogiri sebagai SMK Pusat Keuangan merupakan program pengembangan dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya. Selain itu, ada program pendampingan yang dirancang untuk membantu SMK PK dalam pencapaian output. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria.
Gunarsi, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Wonogiri menegaskan bahwa program keahlian tata boga memliki peluang yang besar di dunia industri kreatif di bidang makanan, karena program studi ini menyangkut salah satu kebutuhan pokok manusia yaitu masalah pangan. Mengatasi hal tersebut diperlukan inovasi dan kreatifitas baik guru dan peserta didik untuk mengembangkan tren jenis makanan tertentu agar dapat diterima oleh masyarakat. Namun demikian Gunarsi mengingatkan juga tentang jenis olahan makanan yang update dan tentunya menyehatkan bagi konsumen.
Adapun beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menjadi SMK Pusat Keunggulan yang dibagi menjad beberapa tahap diantaranya:
- Pemilihan minat dan bakat siswa, yang berarti sekolah sebagai fasilitator siswa yang memilih program keahlian tata boga melalui proses pendaftaran sekolah ditahun ajaran baru.
- Pengembangan Soft skill merupakan proses pengembangan diri peserta didik melalui proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, peserta didik dan lingkungan sekoah, hal ini digunkaan untuk meningkatkan Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence), Kepemimpinan (Leadership), Komunikasi (Communication), Berpikir Kritis (Critical Thinking), Penyelesaian Masalah (Problem Solving), Menyelesaikan Konflik (Conflict Resolution) Manajemen Waktu (Time Management) dengan menggunakan Teaching Factory sebagai konsep pembelajaran di SMK serta menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dengan tujuan agar suasana belajar nampak nyata seperti yang terjadi di industri/bisnis, sehingga siswa dapat mengalami pembelajaran dengan standar dan suasana yang “sama” dengan di industri.
- Pengembanagan hard skill dilakukan kepada guru dan peserta didik. Pesrta didik dikembangkan hardskilnya melalui praktik kerja langsung dalam bentuk magang industri, tidak hanya itu, guru di SMK juga saat ini wajib untuk magang industri yang bertujuan untuk dapat mengadopsi atau melihat industri apa yang dibutuhkan saat ini yang nantinya akan di kemas dalam bentuk pembelajaran.
- Uji kompetensi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menguji sejauh mana tingkat kompetensi siswa setalah di lakukan proses pengembangan soft skill dan hard skill yang diwujudkan dalam bentuk uji Sertifikasi Profesi, Lomba Kompetensi Siwa dan lain sebagainya agar siswa dapat dikatakan kompeten dan layak, maka hal ini perlu untuk dilakukan.
- Lulusan dari SMK N 1 Wonogiri menuju Sekolah Pusat Keunggulan memiliki harapan agar, siswa dapat Bekerja, Melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan Berwirausaha, sehingga melalui tahapan tersebut siswa lulusan SMK N 1 Wonogiri dapat bersaing secara global.

Komitmen SMK N 1 Wonogiri menuju SMK Pusat Keunggulan salah satunya telah membuat produk yang dihasilkan oleh program studi, salah satunya yaitu Wingko babat yang terbuat dari singkong. Hal ini telah di wujudkan dalam bentuk izin berupa Sertifikat P-IRT ( Pangan Industri Rumah Tangga) yang telah terbit dengan nomor Sertifikat P-IRT NO. 2153312011335-26 dan produk ini juga telah dijual baik secara offline maupun online. Kedepannya, kami SMK N 1 Wonogiri dapat mengembangkan produk pangan lainnya yang di kembangkan oleh program keahlian tata boga.

Leave a Reply